“Ini sudah baik sekali, membuat kita semangat untuk terus melakukan pengembangan,” kata Mursil lagi.
Mursil mengungkapkan budidaya udang vaname merupakan salah satu pilihan terbaik untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir. Saat ini kata dia, udang vaname laku di pasar dengan harga Rp. 70 ribu per kilogram.
“Harganya bagus, dan udang vaname ini cepat panennya, jadi sangat bagus bila digeluti serius,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, koordinator pelaksana teknis Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee, Syarifuddin menyampaikan, klaster budidaya udang vaname yang dibangun di Dagang Setia, diharapkan menjadi role model. Selain menyasar finansial, konsep yang diusung juga menjamin keamanan ekologi.
Syarifuddin lantas menerangkan keunggulan konsep klaster ini kepada Ernawati Trenggono.
“Kita buat lengkap, mulai waduk, tandon dan ipal. Jadi ini tidak hanya bercerita finansial, tapi juga teknologi,” kata Syarifuddin.
Syarifuddin memastikan teknologi yang diterapkan di Kampung Dagang Setia, menjamin ekologis terjaga. Dia pun optimis metode ini sangat layak dikembangkan di daerah lain.



