Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Aceh Dr Ir Dyah Erti Idawati MT mengatakan, upaya pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi dari semua pihak, karena tidak hanya terkait penanganan gizi dan kesehatan, tetapi juga bersangkut paut dengan masalah sanitasi, pola pengasuhan anak, ketersediaan dan keamanan pangan, pendidikan, kemiskinan, serta politik.
Dyah Erti Idawati menambahkan, Penanganannya harus dilakukan secara terus menerus melalui berbagai kebijakan, kampanye dan sosialisasi. Maka dari itu, selaku pihak yang terlibat aktif dalam penanganan stunting di Aceh.
“Kami juga mengajak Poltekkes Kemenkes Aceh ikut mengambil peran dalam menuntaskan segala permasalahan berkaitan stunting ini. Kegiatan KKL Terpadu ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk melakukannya, karena adik-adik mahasiswa sebentar lagi akan turun langsung ke masyarakat,” sebut Dyah Erti Irawati.
Ditambah lagi, hari ini kita juga akan mendeklarasikan Mahasiswa Peduli Stunting, “Mudah-mudahan melalui gerakan ini, adik-adik mahasiswa nantinya dapat memberikan pemahaman kepada masyaraka,” harapnya. (Sumber: Diskominfo Aceh Timur)
(Wartawan Wiwin Hendra)



