Ia lalu menyontohkan apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, sebagai makhluk yang tidak memiliki dosa atau maksum, Nabi tetap bertaubat dan kembali kepada Allah.
Taubat yang dilakukan Nabi bukan meminta ampun atas dosa atau pelanggaran yang dilakukan, namun untuk ibadah.
Taubat adalah ibadah hati yang paling utama dan terletak di setiap hati umat Muslim, bebernya
“Taubat itu isinya amalan hati. Istighfar itu ibadah utama jika dilakukan di bulan Rajab lebih bagus, karena Rasulullah SAW menyuruh kita memperbanyak berbuat baik di bulan haram,” ujarnya.
Ustad Dedi menjelaskan “Berkaitan dengan persiapan menjelang bulan Ramadhan, maka bulan Rajab adalah bulan istimewa. Rasulullah dan para Sahabat memperbanyak puasa dan ibadah di bulan ini.
Tidak ada bulan yang paling banyak puasa sunnahnya selain Rajab dan Syaban. Rasulullah menanti-nanti ramadhan dengan memperbanyak doa, Allahumma Bariklana fi Rajab wa Sya’bana wa Ballighna Ramadhana.imbuhnya
Doa tersebut berisi permintaan kepada Allah SWT untuk diberi keberkahan di bulan Rajab, Syaban, dan dihadapkan sampai Ramadhan.katanya



