Pertama, seseorang yang ingin bertaubat harus memiliki niat untuk kembali kepada Allah dan meminta ampun.
Kedua, ia harus meninggalkan larangan Allah dan berusaha menjauhinya. Terakhir, dengan sepenuh hati berjanji untuk tidak mengulangi kembali perbuatan maksiat tersebut.,katanya
“Itu beberapa syarat taubat kepada Allah SWT. Kaitannya terhadap dosa kepada orang lain, ditambah lagi syaratnya dengan mengembalikan apa yang sudah diambil. Jadi kalau mengambil sandal, dikembalikan sandalnya.
Kalau dia menggunjing atau menyakiti hati orang lain, maka harus meminta maaf,” ujarnya
Taubat disebut da’i muda ini ‘ tidak harus dilakukan di bulan Rajab. Kapan saja setelah melakukan dosa, melakukan maksiat, maka wajib langsung bertaubat. Tidak ada waktu khusus untuk taubat atau kembali kepada Allah SWT.
Hanya saja, bulan Rajab termasuk bulan haram, bulan istimewa, dan memiliki keutamaan lebih, apalagi dalam memperbanyak perbuatan baik jelasnya
Alumni UIN Raden Fatah ini juga menyebut agar istiqomah dalam bertaubat, maka harus dipahami jika taubat bisa dilakukan kapan saja dan terus menerus. Setiap hari, sudah sewajarnya seorang umat bertaubat atas dosa atau maksiat yang dilakukan, baik sadar maupun tidak. Khususnya menjelang Subuh atau saat sahur, disunnahkan memperbanyak istighfar., katanya



