Nurlailawati sudah pernah dirujuk ke RSUD Cut Idi untuk dilakukan tindakan medis, akhir tahun 2019. Tetapi dia menolak karena takut dioperasi. “Untuk penanganan kesehatan Ibu Nur sudah dirujuk ke RSUD Zainal Abidin Banda Aceh. Kondisi perutnya sudah membesar. Melalui telepon hari ini, jam 12.00, kondisi kesehatan bu Nur sudah lebih baik. Saat ini sedang menunggu hasil pemeriksaan dokter/analisis medis,” kata Sulaiman.
Satu tahun terakhir perutnya semakin membesar dan merasa nyeri hebat sehingga tidak bisa beraktivitas. Berdasarkan pengamatan petugas saat berkunjung, kondisi rumah Nurlailawati tidak layak huni. Lantai dari tanah, dinding tepas, penerangan seadanya, atap rumbia dan bocor, ukuran rumah 3 x 3 meter.
“Status kepemilikan rumah masih menumpang dengan orangtua (ibunya). Tanah dan rumah yang mereka tempati adalah milik saudara sepupu ibunya,” kata dia.
Kemensos akan memproses data Nur untuk diusulkan menjadi peserta PKH. Untuk membantu meningkatkan kapasitas ekonominya, Kemensos akan memberikan bantuan kewirausahaan kepada ibunda Nur.




