“Belum lagi, kita melihat para remaja-remaja berkeliaran hingga tengah malam dan tidak ada yang berani menegurnya,” kata Bupati Mursil seraya mengutarakan, kondisi seperti ini mengesankan kontrol sosial di lingkungan masyarakat sudah tidak ada lagi.
“Inilah tanggungjawab kita bersama, termasuk IAIN, MPU Aceh Tamiang serta Kementerian Agama,” tegas Mursil.
Kini waktu tersisa hanya beberapa bulan lagi, namun Aceh Tamiang masih belum nampak Islami.
“Masih ada petugas Satpol PP dan WH melakukan halo-halo (mengumumkan -red) pada saat shalat Jum’at dan waktu ibadah lainnya untuk sementara meninggalkan aktivitas. Bila daerah kita sudah sepenuhnya Islami, maka tidak perlu ada lagi petugas yang menyampaikan pengumuman melalui pengeras suara pada kendaraan operasional,” terang Mursil.
Oleh karena itu, momentum kerjasama antara Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Langsa dan MPU Aceh Tamiang dengan kajian-kajian yang dilaksanakan dapat disebarluaskan ke publik, baik melalui tatap muka serta siaran langsung media radio di Aceh Tamiang maupun media lainnya.




