Karena, bagaimana pun masjid itu dibangun merupakan bagian simbol dari kota tertoleran di Indonesia.
“Sehingga toleransi kehidupan beragama itu harus dijaga supaya harmonisasi bisa tercapai,” ungkapnya.
Sementara Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie memberikan apresiasi kepada Gubernur Kalbar yang telah memberikan support kepada dirinya untuk tidak menyerah guna menyukseskan pembangunan masjid tersebut.
“Beliau berpesan agar saya jangan mundur, tidak menyerah dan tidak takut kritikan terhadap siapapun supaya pembangunan Masjid Agung bisa berhasil sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan,” katanya.
Penyelesaian Masjid Agung ini ditargetkan selesai selama 1 tahun ke depan (dari 6 Desember 2021 sampai 6 Desember 2022) dengan total anggaran kurang lebih Rp 50 miliar.
“Dari Pemkot anggaran yang sudah kita siapkan ada sekitar Rp 24 miliar, besar harapan saya ada dukungan dari bapak Gubernur ataupun masyarakat Kota Singkawang, karena Masjid Agung merupakan milik kita bersama dan menjadi ikondnya Kota Singkawang,” ujarnya.




