“Dalam keterangan tertulis itu, Dian meyakini dirinya telah difitnah. Dia juga bersedia jika dilakukan kroscek terhadapnya,” tambah Kadiskes Donny.
Ditanya apa sikap pihaknya ke depan pasca beredarnya unggahan tersebut, Donny sendiri masih menunggu petunjuk lainnya. “Konsultasi dulu dengan pimpinan terkait langkah selanjutnya,” jawabnya.
Sebelumnya, akun Facebook Sawal Pane telah mengunggah hasil screenshot percakapan via WhatsApp disinyalir antara dirinya dengan seseorang, kutipannya yakni ‘slamat malam pak, ini ada berita pak tenaga medis yang bernama (sensor) menawarkan vaksin tetapi tidak di vaksin, maharnya 300 ribu, bahkan ada yang kapepet karena perlukali satu juta mohon di muat pak di Puskesmas ulu mahuam.
Selanjutnya, ‘berita ini ada di WA saya dia minta berapa orang yg mau vaksin biar di kondisikan nya’, lalu ‘Mana?’, lalu ‘Ok bentar saya kirim’, lalu ‘Ada bukti kuat’, lalu ‘Di wa. Ada pak dia kirim ke Wa saya’, lalu ‘Mana bukti WA nya?’.
Selanjutnya, sejumlah pesan dikirim secara berturut-turut dan sepertinya pesan itu merupakan pesan yang diteruskan, isinya yakni ‘Bu ada ini paksin tembak mahar nya 300/kepala cuma ngasi kabar ama ibu aja’, lalu ‘kok mau ibuk brp orh’, lalu ‘org’, lalu ‘Biar dikondisikan’, lalu ‘Ada lagi kemarin Kern butuh x dibayrnya sejuta’. (Koko Wan)




