Kombatan GAM dan rakyat Aceh secara umum sebutnya, mengharapkan konsistensi Pemerintah Pusat menyelesaikan persoalan yang dinilai belum semua terealisasi seperti tertuang dalam MoU, padahal telah berjalan selama 16 tahun.
Peringatan Milad GAM sambung Jhoni, sebuah momentum bersejarah bagi para bekas kombatan guna sekaligus mengenang kembali perjuangan yang berubah setelah penandatanganan perjanjian damai Helsinki.
Amatan di lokasi kegiatan, jajaran personil gabungan Polri dan Satpol PP melakukan penjagaan ketat untuk pengamanan dan penertiban arus lalu lintas.
Dalam kegiatan tersebut tampak dihadiri Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf, anggota DPR Aceh dan DPR Kabupaten Aceh Utara dari Partai Aceh, ratusan mantan Kombatan GAM serta sejumlah petinggi GAM wilayah Pase.
Sedangkan penceramah dan tausiah serta doa dibawakan oleh Tengku H Sofyan Mahdi almukaram Abon Arongan dan Waled Muhammad Yusuf dari Syamtalira Bayu. (Say)




