Tidak singkat waktu yang harus dilalui para peserta. Minimal, perjalanan menuju ke sana memakan waktu minimal 12 jam, itupun harus melintasi hutan, gunung, serta sungai.
Dandim 0103/Aceh Utara, Letkol Arm Oke Kistiyanto S.A.P, Rabu (10/11) malam menjelaskan, jajarannya sehari sebelumnya telah beranjak. Nginap di hutan selama satu hari dengan guyuran hujan tidak menyurutkan niat itu.
“Pagi hari Rabu baru melakukan upacara seadanya di makam Pahlawan Cut Meutia yang jauh dari perkotaan,” kata Letkol Arm Oke Kistiyanto.
Seluruh peserta, secara sukarela ikut bersama tim hanya untuk menghormati Cut Meutia sebagai Pahlawan Nasional.
“Kita ambil sisi berbeda, sebagai prajurit dan generasi muda siap jalan berjam-jam, upacara sangat apa adanya. Tiang bendera saja pakai pohon kayu, baju basah kuyup, semua demi mengenang jasa para pahlawan yang gugur melawan penjajah,” ungkapnya.
Kegigihan itu, sambung Dandim 0103/Aceh Utara, muncul dari ucapan Presiden RI pertama Soekarno, yakni bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Singkat namun memiliki makna yang sangat mendalam.




