Awalnya dia sering kesulitan dalam mengurus administrasi kependudukan. Terlebih saat hendak membuat Kartu Keluarga (KK) di tahun 2009 silam. “Petugas mempertanyakan kebenaran nama anak kami,’ tuturnya.
Sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD), nama anaknya sering menarik perhatian para guru yang kerap memanggil anaknya dengan panggilan huruf abjad.
“Iya, ada yang manggil dengan huruf abjad, ada juga yang manggil dia ABCD dan lain sebagainya. Intinya kami bangga dengan nama anak kami,” paparnya.
Kedepannya Zulfahmi dan keluarga berharap dengan nama anaknya itu akan mampu menjadikan Adebz sebagai ahli ilmu lingustik. (red)




