Baru tanggal 28 Oktober dokter hewan di TPS memberikan bius dan memasang infus pada harimau.
*Mati dan dibakar
drh Yuli bersama drh Sugeng Dwi Hastono dari Amanah Veterinary Services Lampung melakukan pemeriksaan fisik, feses, pemeriksaan radiologi dan pemeriksaan darah.
“Infus dilakukan melalui ekor,” kata Yuli.
Pada 2 November dini hari tepatnya sekitar pukul 2.00 WIB harimau imi tak dapat diselamatkan.
BKSDA memutuskan agar tubuh harimau segera dibakar karena dikhawatirkan akan menyebarkan virus.
Penulis: Kontributor Jambi, Jaka Hendra Baittri | Editor: Aprillia Ika
Foto: Ilustrasi Harimau.
Sumber kompas.com




