Melihat pemanfaatan Dana PEN yang dipinjam Pemkot Singkawang khususnya di bidang pendidikan tersebut, maka aspek infrastuktur menurutnya sudah tercapai.
Karena sarana dan prasana pastilah terbangun maksimal. Sehingga hal ini akan menunjang dua aspek lainnya.
Menurutnya, di era industri 5.0, maka sudah seharusnya Kota Singkawang memiliki sekolah unggulan yang mengarah ke pembelajaran digital.
“Revitalisasi dua sekolah (SDN 23 dan SMPN 4) bisa menjadi pilot project dalam pengembangan dan peningkatan pembelajaran digital tersebut,” ungkapnya.
Pembelajaran digital inilah yang akan menggantikan kedepannya pembelajaran konvensional, seperti di negara maju seperti Australia dan Amerika yang sudah memulai sejak tahun 1990.
Dengan revitalisasi dua sekolah tersebut nantinya pembejalatan digital akan menjadi menu utama dan biasa bagi siswa dan murid nantinya apalagi di era pandemik yang tidak bisa diprediksi sampai kapan baru usai.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, Asmadi mengatakan, pemanfaatan PEN di bidang pendidikan diantaranya untuk revitalisasi SDN 23 dan SMPN 4 Singkawang.




