Nusantara Netizen – Kota Langsa
Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Langsa menyelenggarakan WorkShop bersama Insan Media Kota Langsa, Senin 07-03-2022.
Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala BNN Kota Langsa AKBP. H. Basri, SH, MH., Workshop tersebut dengan Tema : ” Penguatan Kapasitas Insan Media Untuk Mendukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba”.
Kegiatan Work Shop yang diselenggarakan oleh BNN Kota Langsa bertempat di Aula Hotel Kartika Langsa, jalan A Yani Kota Langsa, di ikuti puluhan Insan Pers Kota Langsa baik media cetak maupun online, Senin 07-03-2022.
Kegiatan Work Shop menghadirkan pemateri AKBP Basri, SH, MH Kepala BNN Kota Langsa, Kadis Kominfo Kota Langsa, M.Husin,S.Sos.MM. Anggota DPR Aceh dari Fraksi PAN Asrizal H Asnawi, Ketua PWI Kota Langsa Putra Zulfirman. Suksesnya kegiatan tersebut dipandu oleh Sub. koordinator Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional Kota Langsa, Cut Maria, S.sos
Kepala BNN Kota Langsa, AKBP H. Basri, SH., MH., dalam sambutannya menyampaikan bahwa lebih Bahaya Narkoba ketimbang Covid 19 dimana ketika kena Covid 19 ada dua kemunginan yakni sembuh atau mati, sedang terpapar narkoba banyak dampaknya seperti, kriminal, kecanduan serta banyak efek negatif lainnya akibat narkoba.
Oleh karenanya, peran rekan-rekan media dalam memberitakan terkait narkoba adalah hal yang positif karena persoalan narkoba tidak hanya tanggung jawab BNN, Polri dan TNI tapi tanggung jawab semua pihak.
“Terkait mewujudkan kota tanggap narkoba ini menjadi tanggung jawab bersama semuanya pihak termasuk rekan media,” papar Basri.
Menurut catatan pihak BNN, pada tahun 2019 ada sekitar 1,8 persen masyarakat indonesia terpapar narkoba atau 3,4 juta orang dan ada sekitar 1 juta yang bisa diselamatkan.
Lalu, pada Tahun 2020, ada peningkatan sekitar 1,9 persen yang terpapar narkoba ada peningkatan yang signifikan.
“Sejauh ini ada UU No. 35 tahun 2009 terkait narkotika yang musti di aplikasikan bersama dengan pemerintah, karenanya narkoba saat ini seperti fenomena gunung es yang kita takutkan akan pecah,” tutupnya.
Selanjutnya Basri melanjutkan paparan materinya dengan tema : “Tentang Narkoba dan permasalahannya”.



