NusantaraNetizen-Labusel
Tingginya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit membuat petani kerap kali ditekong/ didahului maling saat memanen, Jumat (5/11/2021).
Hal itu dikatakan H. Sinaga (35), salah seorang warga Kotapinang yang memiliki kebun kelapa sawit di Dusun Asahan, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
“Ya lae, harga kelapa sawit saat ini cukup tinggi yaitu perkilogram nya mencapai Rp 3000, tapi awak selalu ditekong maling kalo manen”, Ujarnya saat ditemui wartawan di salah satu warkop yang ada di Kotapinang.
H. Sinaga menambahkan, jarak kebun kelapa sawit dengan tempat tinggalnya berjarak sekitar 30 KM dan tanpa penjaga yang tinggal dilokasi membuat kebunnya kerap kali didahului maling dalam memanen.
“Apalagi kebun aku itu jaraknya sekitar 30 KM dari tempat tinggal ku, maka duluanlah maling yang manen ketimbang aku Lae”, Tambahnya.
H. Sinaga juga berharap kiranya ada solusi untuk mengatasi maling kelapa sawit, agar para petani kelapa sawit dapat menikmati hasil panennya secara maksimal.




