Surabaya,Nusnet.id – Usai menggelar aksinya di depan kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil) Jawa Timur, Aliansi Madura Indonesia gencarkan aksi lanjutan dengan tema “Pedoman Nenek Moyang” yakni dengan filosofi tidak akan berhenti sebelum semuanya tercapai.
Itulah yang dikemukakan oleh Kaconk Baihaki Akbar selaku Koordinator aksi dari Aliansi Madura Indonesia. Dirinya menjabarkan bahwasanya memiliki sejuta kebusukan dari seluruh lapas yang tersebar di Jawa Timur.
“Kenapa saya katakan itu, karena memang benar selama ini Lapas di Jawa Timur hanya muncul pemberitaan yang sifatnya pencitraan, kenapa kalau ada hal buruk selalu ditutup-tutupi, malu kah, atau memang disengaja demi sebuah kepentingan dan penghargaan,” urai Kaconk Baihaki (6/11).
Seperti yang diketahui saat aksi dari Aliansi Madura Indonesia kemarin, pihak Kanwil diketahui hanya memberikan sanksi pemindahan terhadap oknum sipir (W) yang jelas terbukti menjadi kurir Narkoba, kenapa tidak dipecat dan diserahkan kepada pihak kepolisian.




