Itulah yang membuat organisasi Aliansi Madura Indonesia, menyerukan “Siap Berperang Demi Menegakkan Kebenaran” meskipun nyawa sebagai taruhannya.
“Yang berperan aktif untuk menyembunyikan semua kebusukan Lapas adalah Kadivpas Kanwil Jatim, buktinya kemarin saja ia bilang bahwa kasus kurir narkoba Lowokwaru Malang sudah diserahterimakan kepada pihak kepolisian, namun faktanya nihil,” imbuh Kaconk Baihaki.
Untuk itulah Aliansi Madura Indonesia sudah mempersiapkan aksi jilid II yang akan digelar selama 3 hari berturut-turut ke Kanwil Jatim, mengingat di awal aksi pihak Kanwil Jatim enggan menandatangani kesepakatan bersama, untuk memecat sipir yang menjadi penyuplai narkoba kedalam lapas.
Adapun tuntutan Aliansi Madura Indonesia, yang akan diselenggarakan pada Selasa 8 -10 November sebagai berikut :
- Pecat KADIVPAS Kanwil Kemenkumham Jawa Timur.
- Pecat dan Penjarakan Oknum Sipir W.
- Pecat KPLP, KAMTIB dan KALAPAS Lowokwaru Malang.
- Pecat KPLP, KAMTIB dan KALAPAS Kediri.
- Pecat KPLP, KAMTIB dan KALAPAS Bojonegoro.
- Pecat KPLP, KAMTIB dan KALAPAS Pamekasan(M.Tahan)




