Nusantara Netizen
4 Juni 2026 | 15:09 WIB
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • INDEKS
  • TRENDING
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • LINGKUNGAN
  • INDEKS
  • TRENDING
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • LINGKUNGAN
No Result
View All Result
Nusantara Netizen
No Result
View All Result
  • INDEKS
  • TRENDING
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • LINGKUNGAN
Home ARTIKEL

Bukan Prabowo, Ganjar, Apalagi Puan yang Jadi Kuda Hitam Pilpres 2024

by Redaksi
18 Juli 2021 | 22:24 WIB
in ARTIKEL, POLITIK
A A
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Oleh : Made Supriatma, Peneliti dan jurnalis lepas.

Prabowo, Ganjar, sampai Puan sudah mulai ancang-ancang untuk manuver Pilpres 2024. Dan mereka sudah waspada pada satu kuda hitam.

Sebuah lembaga survei mengeluarkan temuannya soal Prabowo Subianto. Menurut yang saya baca saat itu, kalau pemilihan presiden dilakukan setelah lembaga survei itu mengeluarkan hasilnya, Prabowo Subianto bakalan jadi presiden.

Survei tersebut menyigi 1.220 responden. Mereka mengajukan 42 nama yang pantas menjadi presiden. Dari semua nama itu, Prabowo mendapat 21,5%; Ganjar Pranowo 12,6%; Anies Baswedan 12%.

Selanjutnya Sandiaga Uno mendapat 5,5%; Ridwan Kamil 4,4%; Ahok 4,3%; AHaY 3,2%. Sementara Mensos Risma 2,9% dan Megawati 2,4%.

Saya tertarik dengan kesimpulan survei ini. Apakah, kalau mengikuti logika penelitian survei ini, Prabowo Subianto otomatis menjadi presiden? Tentu tidak.

Dia memang mendapat suara terbanyak. Namun tidak akan ada orang menjadi Presiden hanya dengan 21,5% saja.

Kuat dugaan saya, survei semacam ini dibuat untuk memancing perhatian. Dan media dengan riang gembira menangkapnya. Seolah-olah preferensi publik mengarah ke Prabowo.

Kita baru berada pada pertengahan tahun 2021, namun perdebatan tentang pemilihan presiden 2024 sudah mulai menghangat. Para politisi bermanuver. Media massa memanaskan. Lembaga-lembaga survei memakainya untuk mengiklankan dirinya sendiri.

Semuanya dengan satu tujuan: menarik perhatian kita sebagai elektorat.

Tidak peduli bahwa pilpres masih 3,5 tahun lagi. Bahwa satu minggu dalam pemilihan sepenting pemilihan presiden bisa berarti satu abad. Maksud saya, dalam pilpres, apa saja bisa terjadi dalam seminggu. Bahkan banyak pemilih membuat keputusan di bilik suara. Artinya, di detik-detik terakhir pemilihan.

Sebelum ini, kita melihat manuver Puan Maharani versus Ganjar Pranowo, secara diam-diam Ganjar sudah mulai memobilisasi tim relawan.

Walaupun Ganjar menyangkal, semua orang tahu bahwa di balik beberapa tim relawan itu, di antaranya ada yang bernama Ganjarist. Ya, artinya ada orang-orangnya Ganjar. Tentu, tidak akan mungkin manuver ini dilakukan tanpa sepengetahuan Ganjar sendiri.

Ini memunculkan sedikit riak di dalam PDIP di mana Ganjar dianggap sebagai kader.

Kita lihat bahwa manuver Ganjar membuahkan hasil. Kini dia termasuk barisan depan (front-runner) calon presiden. Setidaknya dalam survei tadi, Ganjar menduduki urutan kedua.

Manuver ini merangsang politisi lain untuk ikut terjun. Prabowo Subianto, yang tiga kali kalah dalam pemilihan presiden (sekali sebagai cawapres dan dua kali sebagai capres), tiba-tiba buka suara. Padahal, selama ini, sebagai menteri pertahanan dia irit bicara.

Namun dia putuskan untuk bicara. Platform yang dipilihnya pun menarik. Dia memutuskan buang suara lewat Podcast Youtube yang diasuh oleh seorang mantan pesulap.

Viola! Pesulap ini dianggap hebat karena mampu membuat Prabowo bicara. Padahal, bukan si pesulap yang jago sampai membuat Prabowo bicara, tetapi tim Prabowo sendiri yang jeli memilih platform.

Dalam pertarungan pilpres yang masih sangat dini ini, sangat penting bahwa mereka “memperkenalkan” kembali kandidatnya kepada publik. Si pesulap ini dipilih karena pengikutnya banyak. Juga karena pertanyaan-pertanyaan yang diajukan adalah pertanyaan-pertanyaan ringan.

Si pesulap ini tentu tidak akan mengajukan “gotcha questions” alias pertanyaan-pertanyaan dadakan yang membuat posisi orang seperti Prabowo sulit. Tujuan dari pesulap ini adalah membuat Prabowo bersinar, dan itulah yang terjadi.

Setiap pemilihan akan berusaha menampilkan calon yang berbeda. Sekalipun kandidatnya sama. Pada Pilpres 2014, para elektorat Indonesia dibikin terpesona oleh kandidat “rakyat” yang rajin “blusukan,” yang bertampang jelata, yang sama sekali bukan bagian dari elite.

Pada pemilu 2019 kandidat yang sama sudah menanggalkan citra yang lama. Dia di-cast sebagai orang yang akan melanjutkan “perjuangannya” untuk orang-orang kecil. “Saya tidak akan punya beban,” katanya untuk periode kedua.

Elektorat berhasil diyakinkan. Dan, sekarang pun orang yakin bahwa dia… “tidak punya beban”. Kecuali bahwa beban itu bisa ditafsirkan lain. Misalnya, tidak terbebani pada janjinya kepada para elektoratnya.

Prabowo pun sekarang berada dalam posisi yang sama. Dan, dia melakukan hal yang lebih benderang. Dia pergi ke tukang sulap untuk membuat citranya yang baru.

Pada 2014, Prabowo tampil sangat populis. Saya ingat dia ingin memajukan pertanian (dia Ketua HKTI waktu itu). Dia ingin semua anak Indonesia minum susu.

Melihat lawannya yang dari rakyat kebanyakan, dia berusaha tampil agung—dengan kuda impornya yang gagah (dia sangat terobsesi dengan kuda; dan bahkan bikin patung Sukarno berkuda tanpa peduli bahwa Sukarno tidak pernah naik kuda).

Pada Pilpres kedua, dia menjadi sangat nasionalistik. Dia anti-asing khususnya terhadap Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Sampai akhirnya, kita tahu bahwa dia kalah.

Namun karier politiknya tidak tamat. Lawannya malah mengangkatnya menjadi Menteri Pertahanan, sebuah posisi yang sangat strategis.

Hingga tahap ini, kita belum tahu bagaimana Prabowo akan meng-casting dirinya untuk Pemilu 2024. Namun dengan prestasinya tiga kali kalah Pilpres, tidak diragukan bahwa dia adalah kandidat yang paling punya nama di antara semua kandidat presiden yang ada.

Saat ini, Prabowo berusia 69 tahun. Kalau terpilih pada 2024 dia akan berusia 73 tahun.

Mungkin dia akan memerankan diri sebagai negarawan senior. Dalam usia lewat 70 tahun, saya tidak yakin dia akan bisa seenaknya naik kuda. Namun, saya bisa salah. Soalnya dalam politik semuanya adalah citra.

Di balik semua riuh rendah politik calon presiden ini, saya kira semua kandidat semua berhitung pada satu kuda hitam. Dan saya kira tidak seorang pun akan mengeliminasi kemungkinan si kuda hitam ini. Karena kuda hitam ini bukan kuda hitam biasa.

Dia presiden sipil yang dua kali memang pilpres, sekali memang pilgub, dan dua kali menang pemilihan wali kota. Seorang politisi paling lihai Indonesia saat ini. Cukup underrated. As politician.

Terutama jika kita menyadari bagaimana posisinya di partai dan jabatannya di pemerintahan. Dan kamu juga pasti tahu dia ini siapa.

Tags: esai
Share1Tweet1SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

ARTIKEL

Pimred Nusantara Netizen.News Ajak Publik Kokohkan Nilai Pancasila di Hari Lahirnya 1 Juni 2026

01/06/2026

Aceh, Nusnet.News–Menyambut Hari Lahir Pancasila, Minggu 1 Juni 2026, Pimpinan Redaksi Nusantara Netizen.id Wiwin Hendra mengajak seluruh anak bangsa mengamalkan...

Read more
POLITIK

Darwis Nahkodai PK Partai Golkar Bumi Agung, Dr Darlian Pone Tekankan Penguatan Soliditas Kader

19/05/2026

Sumsel, Nusnet.news- Way Kanan, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Way Kanan, Dr. Darlian Pone, S.E, S.H, M.M,...

Read more
DAERAH

KPU Hadiri Rapat Koordinasi yang di selenggarakan Polres Labuhanbatu

21/06/2025

NusantaraNetizen - Labuhanbatu Ketua KPU Labuhanbatu hadiri Rapat Koordinasi yang diselenggarakan  Polres Labuhanbatu bersama dengan TNI, Bawaslu dan Instansi terkait.Dalam...

Read more
POLITIK

Ijeck Peroleh Dukungan Penuh Dari DPD Golkar Sergai

11/06/2025

Sergai, Nusnet.news- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) menegaskan mendukungan penuh Musa Rajekshah (Ijeck) sebagai...

Read more

Berita Terbaru

DAERAH

Ahmad Haerudin untung,Resmi Pimpin Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu( PSIB)di Kabupaten Bebde Seguguk, OKI

3 Juni 2026 | 19:44 WIB
PERISTIWA

21 Hari Ops Antik Toba,Polres Siantar Ungkap 18 KasusJaringan Narkoba Dan 29 Tersangka Dibekuk

3 Juni 2026 | 19:41 WIB
Labuhanbatu

Press Release Operasi Antik Toba 2026 Polres Labuhanbatu, Ungkap 81 Kasus Narkoba dan Amankan 96 Tersangka

3 Juni 2026 | 19:38 WIB
OLAHRAGA

Ketua PWI Ucapkan Selamat dan Sukses Atas Pelantikan Ies Fanny Sebagai Ketua Portina Labuhanbatu

1 Juni 2026 | 09:48 WIB
ARTIKEL

Pimred Nusantara Netizen.News Ajak Publik Kokohkan Nilai Pancasila di Hari Lahirnya 1 Juni 2026

1 Juni 2026 | 08:27 WIB
HUKUM

Rikha Permata Sari Desak APH Tuntaskan Kasus Dugaan Kriminalisasi Terhadap Teguh Riyanto

31 Mei 2026 | 23:37 WIB
HUKUM

GP2SS Soroti Anggaran Mobil Dinas Bupati dan Wakil Bupati PALI Senilai Rp6 Miliar

31 Mei 2026 | 11:47 WIB
Labuhanbatu

Polsek Bilah Hilir Ungkap Kasus Kepemilikan Ganja, Seorang Pemuda Diamankan

31 Mei 2026 | 11:43 WIB
PERISTIWA

Gerakan Pemuda Pembaharuan Sumsel Soroti Jalan Rusak di Empat Lawang, Desak Bupati Turun Tangan

30 Mei 2026 | 19:41 WIB
Labuhanbatu

KONI Labuhanbatu Gelar Coaching Clinic Pelatih, Perkuat Persiapan Menuju Porprovsu 2026.

30 Mei 2026 | 18:56 WIB
PERISTIWA

Intervensi Politik Bobby Nasution–Wesly Silalahi atau Sekadar Pencitraan? KPKM RI Pertanyakan Tindak Lanjut SMAN 5 Pematangsiantar

28 Mei 2026 | 20:33 WIB
Labuhanbatu

Praperadilan Tersangka AA Kasus Pelemparan Kaca Mobil Ditolak PN Rantauprapat, Kasat Reskrim:”Semua Sesuai SOP”

28 Mei 2026 | 20:29 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • SOP Wartawan

©2021-2024 Nusnet.news

rotasi barak berita hari ini danau tobaberita

No Result
View All Result
  • INDEKS
  • TRENDING
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • LINGKUNGAN

©2021-2024 Nusnet.news

rotasi barak berita hari ini danau tobaberita