Nusantara Netizen
5 Juni 2026 | 21:49 WIB
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • INDEKS
  • TRENDING
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • LINGKUNGAN
  • INDEKS
  • TRENDING
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • LINGKUNGAN
No Result
View All Result
Nusantara Netizen
No Result
View All Result
  • INDEKS
  • TRENDING
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • LINGKUNGAN
Home DAERAH

Viral! Pria Ini Meninggal Usai Hirup Nafas Pasien COVID-19

by Redaksi
18 Juli 2021 | 21:49 WIB
in DAERAH, PERISTIWA
A A
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Nusantara Netizen – Jombang

Viral di media sosial, sebuah video yang menunjukkan pria berpeci hirup nafas seorang pasien yang di hidungnya terpasang selang oksigen.

Diketahui karena COVID-19.

Diketahui, pria tersebut adalah pakar terapi Saraf, Masudin. Video tersebut kemudian banyak dibagikan setelah kabar Masudin meninggal dunia.

Dalam video itu, tertulis keterangan:

“KH Sami’an. Detik detik virus covid nampak jelas, 17-4-2021 pukul 22.00 WIB…”

Pria yang diduga adalah Masudin terlihat meminta pasien yang terbaring itu untuk menarik dan menghembuskan nafas.

Lalu, meminta pria di dekatnya menghirup nafas yang diembuskan pasien tersebut.

Berselang beberapa waktu kemudian, Masudin juga ikut menghirup nafas pasien itu.

Seorang Influencer dan dokter yang bertugas di Makassar, Bambang Budiono membagikan video tersebut.

“Takabur dan kesombongan akan membawa petaka ….tanpa pandang bulu..dari rakyat jelata hingga orang ternama.

Para COVIDIOT adalah sahabat terbaik virus korona, karena ia akan menjadi tempat berkembang biak dan penebar virus kemana mana, sebelum ia tertimbun tanah di liang kubur.

Hal hal seperti ini yang menyebabkan negeri +62 telah meraih peringkat pertama kasus baru di Dunia, menjadi episentrum Asia… bahkan bisa menjadi episentrum COVID-19 Dunia yang akan terisolir dari seluruh negara di Dunia. Menyedihkan,” tulisnya.

Bambang Budiono juga menjelaskan bahwa pria dalam video tersebut yakni Masudin telah meninggal.

Masudin Meninggal Dunia

Pakar terapi saraf telinga yang dikenal dengan panggilan Mr Masudin yang videonya beredar itu, meninggal dunia pada Selasa 13 Juli 2021 dini hari.

Sejak satu minggu terakhir, ahli pijat spesialis tuna rungu berumur 47 itu tahun sempat mengeluhkan sakit lambung dan demam sebelumya akhirnya menghembuskan nafas terakhir di rumahnya di Dusun Ketanen Desa Banyuarang Kecamatan Ngoro, dini hari tadi.

Mengutip dari kabarjombang, Semasa hidupnya, Masudin dikenal sebagai sosok terapis yang ahli mengobati pasien tuna rungu, baik bawaan dari lahir maupun karena sebab lain.

Sejumlah penghargaan pun sempat dia raih, mulai dari pemegang Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) untuk kategori terapi tercepat maupun Centurion World Redord, penghargaan kelas dunia dari Amerika Serikat.

Salah satu rekan Masudin, Rony, yang juga salah satu jurnalis mengaku sangat kehilangan.

Rony mengaku terakhir bertemu dengan Masudin satu minggu yang lalu. Saat ini dia sempat melihat sang terapis ini sakit dan terbaring di rumahnya.

“Waktu itu beliau sakit, saya mau bertamu akhirnya pulang, biar istirahat dulu. Itu terakhir kali saya bertemu, setelah itu saya terima kabar duka Mr Masudin meninggal, antara kaget dan tidak percaya,” ungkapnya, Selasa, 13 Juli 2021 siang.

Hal senada diungkapkan oleh salah satu pengusaha asal Kecamatan Perak, Juliono. Pria yang akrab disapa Haji Juli ini mengaku sangat kehilangan sosok Masudin, pria yang banyak memiliki kelebihan dan jiwa sosial yang tinggi.

Kata dia, sejauh ini, apa yang dikerjakan Masudin tidak lepas dari kegiatan sosial. Mulai dari membangun Masjid, jalan dan membangun ratusan rumah orang kurang beruntung.

“Dia orangnya sangat baik, suka menolong, membangun Masjid, hasil kerjanya tidak dipakai dirinya sendiri, melainkan sebagian buat membantu orang yang membuahkan, membangun jalan, bedah rumah, banyak sekali yang dia lakukan, kami turut berduka dan sangat kehilangan,” ujarnya.

Nama Masudin sendiri mulai dikenal sejak sekitar tahun 2012 silam.

Saat itu Masudin pertama kali menerima penghargaan dan memecahkan rekor MURI sebagai seorang terapi tercepat.

Sejak saat itu, sejumlah pasien dari berbagai daerah bahkan dari luar negeri mulai datang. Terapi syaraf telingan Masudin dikenal dengan terapi kelas ‘sultan’.

Namun, tidak demikian sebenarnya. Sebab, semasa hidupnya, mendiang tidak selalu memasang tarif yang sama untuk para pasien.

Kadang pasien dengan tingkat ekonomi menengah ke atas, dirinya mematok tarif yang mahal. Namun sebaliknya, tak jarang pasien yang kurang mampu malah digratiskan.

Bahkan, sebagian besar penghasilanya itupun selalu dia gunakan untuk kegiatan sosial.

Pria Ini Berani Hirup Napas Pasien COVID-19, Akhirnya Meninggal Dunia

Video seorang pria menghirup embusan napas pasien COVID-19 viral di media sosial. Pria itu dikabarkan terpapar dan meninggal dunia.

Video ini dibagikan oleh akun Twitter @Julie307, Rabu (14/7) dan viral hingga Sabtu (17/7) pagi ini.

“Covid Ditantang…dan…,” cuitnya atas unggahan videonya.

Dalam tayangan video itu terlihat seorang pasien COVID-19 sedang berbaring di tempat tidur. Ada dua pria berpeci sedang menjenguknya.

Di antara salah satu pria berpeci ini yang belakangan diketahui bernama Masudin meminta temannya untuk menghirup embusan napas pasien COVID-19 yang sedang memakai alat bantu pernapasan.

Ia pun mulai memberi aba-aba kepada pasien untuk menarik napas dan mengeluarkannya. Sementara temannya itu diminta segera mendoyongkan tubuh dan kepalanya agar mendekat ke hidung pasien.

Temannya ini lalu mengipas-ngipas dengan tangannya agar embusan napas pasien bisa dihirup olehnya.

Setelah itu, giliran Masudin yang menghirup udara pasien.

Dia membuka mulut besar-besar dan mendekat ke hidung pasien sambil meraup udara dimasukkannya ke dalam mulutnya.

Ia lakukan dua kali dengan cara yang sama.

Belakangan diketahui pria yang bernama Masudin itu dikabarkan meninggal dunia. Ia ternyata seorang terapi syaraf.

Hal itu didapatkan dari beredarnya poster meninggalnya seorang bernama Muhammmad Mashudin alias Mr Masudin.

Masudin meninggal dunia pada Selasa 13 Juli 2021, di rumahnya di Dusun Ketanen, Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Jombang, Jawa Timur. (*)

Share1Tweet1SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

DAERAH

Ahmad Haerudin untung,Resmi Pimpin Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu( PSIB)di Kabupaten Bebde Seguguk, OKI

03/06/2026

OKI, Nusnet.news— Dewan Pimpinan Cabang Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu Kabupaten Ogan Komering Ilir resmi memulai masa bakti baru. Ahmad Haerudin...

Read more
PERISTIWA

21 Hari Ops Antik Toba,Polres Siantar Ungkap 18 KasusJaringan Narkoba Dan 29 Tersangka Dibekuk

03/06/2026

Pematangsiantar, Nusnet.news- Kapolres Pematangsiantar yang diwakilkan Wakapolres,Kompol Budiono Saputro,SH.MH pimpin konferensi pers Operasi Antik Toba 2026 di Mapolres Pematangsiantar,Rabu (3/6),mengungkap...

Read more
PERISTIWA

Gerakan Pemuda Pembaharuan Sumsel Soroti Jalan Rusak di Empat Lawang, Desak Bupati Turun Tangan

30/05/2026

Sumsel,Nusnet.news– Gerakan Pemuda Pembaharuan Sumsel (GP2SS) menyampaikan teguran keras kepada Pemerintah Kabupaten Empat Lawang terkait kondisi jalan rusak yang dinilai...

Read more
PERISTIWA

Intervensi Politik Bobby Nasution–Wesly Silalahi atau Sekadar Pencitraan? KPKM RI Pertanyakan Tindak Lanjut SMAN 5 Pematangsiantar

28/05/2026

Pematangsiantar, Nusnet.news– Kongres Pemberantasan Korupsi Manipulatif Rakyat Indonesia (KPKM RI) menyoroti belum terlihatnya perkembangan konkret pasca kunjungan Gubernur Sumatera Utara,...

Read more

Berita Terbaru

HUKUM

Diduga pHk Sepihak Setelah 13,5 Tahun Mengabdi, Eks Branch Manager BTPN Syariah Tempuh Jalur Hukum

5 Juni 2026 | 07:10 WIB
HUKUM

Kejari Simalungun Gelar Entry Meeting Pendampingan Dan Program Jaga Desa

5 Juni 2026 | 07:06 WIB
DAERAH

Ahmad Haerudin untung,Resmi Pimpin Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu( PSIB)di Kabupaten Bebde Seguguk, OKI

3 Juni 2026 | 19:44 WIB
PERISTIWA

21 Hari Ops Antik Toba,Polres Siantar Ungkap 18 KasusJaringan Narkoba Dan 29 Tersangka Dibekuk

3 Juni 2026 | 19:41 WIB
Labuhanbatu

Press Release Operasi Antik Toba 2026 Polres Labuhanbatu, Ungkap 81 Kasus Narkoba dan Amankan 96 Tersangka

3 Juni 2026 | 19:38 WIB
OLAHRAGA

Ketua PWI Ucapkan Selamat dan Sukses Atas Pelantikan Ies Fanny Sebagai Ketua Portina Labuhanbatu

1 Juni 2026 | 09:48 WIB
ARTIKEL

Pimred Nusantara Netizen.News Ajak Publik Kokohkan Nilai Pancasila di Hari Lahirnya 1 Juni 2026

1 Juni 2026 | 08:27 WIB
HUKUM

Rikha Permata Sari Desak APH Tuntaskan Kasus Dugaan Kriminalisasi Terhadap Teguh Riyanto

31 Mei 2026 | 23:37 WIB
HUKUM

GP2SS Soroti Anggaran Mobil Dinas Bupati dan Wakil Bupati PALI Senilai Rp6 Miliar

31 Mei 2026 | 11:47 WIB
Labuhanbatu

Polsek Bilah Hilir Ungkap Kasus Kepemilikan Ganja, Seorang Pemuda Diamankan

31 Mei 2026 | 11:43 WIB
PERISTIWA

Gerakan Pemuda Pembaharuan Sumsel Soroti Jalan Rusak di Empat Lawang, Desak Bupati Turun Tangan

30 Mei 2026 | 19:41 WIB
Labuhanbatu

KONI Labuhanbatu Gelar Coaching Clinic Pelatih, Perkuat Persiapan Menuju Porprovsu 2026.

30 Mei 2026 | 18:56 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • SOP Wartawan

©2021-2024 Nusnet.news

rotasi barak berita hari ini danau tobaberita

No Result
View All Result
  • INDEKS
  • TRENDING
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • LINGKUNGAN

©2021-2024 Nusnet.news

rotasi barak berita hari ini danau tobaberita