Adapun 7 inovasi desa dimaksud yakni, Desa Tebing Linggahara memiliki unit produksi Kompos binaan SNV sebagai modal pengembangan ekonomi hijau. Kemudian, memiliki praktik perkebunan sawit berkelanjutan yang telah memperoleh pendampingan, dan memiliki sumber daya lokal berupa biomassa pertanian, kotoran ternak, dan lahan yang mendukung perkembangan kompos.
“Selanjutnya, desa itu juga memiliki potensi peternakan kambing, budidaya lele, pertanian terpadu serta perkebunan sawit yang saling mendukung (terintegrasi). Seluruh kegiatan direalisasikan dalam satu hamparan secara sirkular. Kita langsung turun kelokasi mengawasi jalannya proses penilaian,” sebutnya.
Kemudian, Parulian kembali mengemukakan, desa ini juga memiliki potensi industri kreatif berupa tenun, ronce melati, kerajinan dan kuliner khas desa. Dimana, BUMDesa sebagai kelembagaan ekonomi desa yang dapat dikembangkan.
“Atas seluruh capaian ini, tentunya masyarakat di desa setempat memiliki pengalaman dalam usaha pertanian dan usaha rumah tangga yang terberdayakan. Atas dasar itu, Desa Tebing Linggahara menjadi desa terbaik di tingkat Kabupaten Labuhanbatu,” bilang Parulian.




