> “Kami sangat berterima kasih kepada 3 instrumen negara: Polri, BNN dan Bea Cukai. Kinerja yang sangat bersinergi. Ini adalah pengungkapan kasus sindikat narkoba terbesar sepanjang sejarah di Aceh,” tegas Chaidir Hasballah kepada media ini.
Pihaknya memberikan dukungan penuh kepada Kapolri dan jajarannya untuk mengusut tuntas semua pihak yang terlibat, tanpa pandang bulu.
> “Sikat dan jangan beri ampun kepada para bandar, pengedar, penyandang modal dan mereka-mereka yang diduga terlibat apapun perannya. Putuskan mata rantai dan berikan hukuman mati pada pelaku karena mereka perusak generasi bangsa dengan narkoba,” tegasnya keras.
Chaidir juga secara khusus mengapresiasi kepemimpinan Kapolri baru, Jenderal Pol. Dr (HC) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si.,* beserta jajaran instrumen lainnya yang dinilai sangat solid dan bersinergi dalam memberantas narkoba.
> “Terima kasih kami sebagai warga Aceh kepada Kapolri, BNN, Bea Cukai beserta jajarannya yang tergabung dalam tim. Kami berharap Polri, TNI, BNN, Bea Cukai dan institusi lainnya ambil peran untuk menumpas habis peredaran narkoba agar Indonesia benar-benar bebas dari narkoba,” tutupnya.




