Namun, menurut keterangannya, obat tetap diberikan. Setelah penyuntikan, Hotnida disebut mengalami muntah-muntah dan kejang.Temukan Rumah Sakit
Keluarga kemudian mempertanyakan jenis obat yang disuntikkan. Mario menyebut pihak dokter menyampaikan bahwa obat tersebut adalah Diazepam.
Hotnida akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 01.20 WIB. Jenazah kemudian dikebumikan pada Rabu (19/8/2026). Ujarnya Alvin (S.Hadi P)




