Dalam pemaparannya, Dr Rinaldi juga memaparkan konsep Training to Win, yakni fase pembinaan atlet yang telah memasuki usia matang untuk berprestasi, yakni atlet putra usia 18 tahun dan atlet putri usia 17 tahun. Pada tahap ini, kapasitas fisik, teknik, taktik, mental, kepribadian, hingga gaya hidup atlet harus sudah terbentuk secara optimal sehingga fokus latihan diarahkan pada pencapaian prestasi tertinggi.
“Pada fase ini, atlet dipersiapkan untuk mencapai puncak performa pada kompetisi utama. Latihan dilakukan dengan intensitas tinggi, volume yang relatif besar, pemulihan yang cukup, serta didukung program latihan yang tersusun melalui periodisasi yang matang,” jelasnya.
Rinaldi menegaskan bahwa kondisi fisik yang prima merupakan fondasi utama bagi setiap atlet untuk meraih prestasi. Karena itu, latihan fisik harus dirancang secara terukur dengan memperhatikan sejumlah variabel penting, seperti frekuensi latihan, intensitas, waktu istirahat, durasi, volume, hingga jarak atau beban latihan yang diberikan.




