“Latihan ini bukan sekadar formalitas. Saya melihat langsung bagaimana kesiapan itu dibangun dari proses latihan yang konsisten, dan hari ini ditampilkan dengan sangat baik,” ujar Kapolda Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto di hadapan seluruh peserta.
Dalam simulasi tersebut diperagakan berbagai tahapan penanganan situasi kontinjensi secara komprehensif, mulai dari tahap awal pengamanan, peningkatan eskalasi massa dari kondisi hijau, kuning, hingga merah, penanganan kerusuhan dan penjarahan, penyanderaan, hingga penjinakan bahan peledak. Setiap skenario dijalankan dengan disiplin tinggi dan koordinasi yang solid antar satuan.
Kapolda menegaskan bahwa kemampuan tersebut merupakan indikator penting dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah perkotaan yang dinamis seperti Medan.
“Dengan latihan seperti ini, saya yakin kesiapan personel kita semakin matang dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi di lapangan,” katanya penuh keyakinan.
Wakapolda Sumatera Utara Brigjen Pol. Sonny Irawan turut menjelaskan bahwa pelaksanaan Sispamkota merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor. Ia mengungkapkan bahwa selain simulasi, kegiatan juga dirangkaikan dengan Apel Akbar Sabuk Kamtibmas yang melibatkan sekitar 1.500 peserta dari berbagai elemen masyarakat.




