“Ke depan, masyarakat Labuhanbatu tidak perlu lagi pergi jauh untuk mendapatkan penanganan medis yang membutuhkan fasilitas kateterisasi jantung dan pembuluh darah,” tambahnya.
Bupati juga menyatakan keyakinannya bahwa RSUD Rantauprapat telah menyiapkan tenaga kesehatan yang kompeten dan profesional guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Di akhir sambutannya, ia berpesan kepada manajemen RSUD agar tetap memperhatikan kesejahteraan tenaga medis, mulai dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, hingga seluruh tenaga kesehatan lainnya.
Sementara itu, Direktur UPTD RSUD Rantauprapat, dr. Ady Subrata, M.Ked (Ped)., Sp.A., dalam laporannya menyampaikan bahwa peresmian gedung dan fasilitas tersebut bukan sekadar penambahan infrastruktur, melainkan bentuk komitmen nyata dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih komprehensif, bermutu, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.
Ia menjelaskan, pembangunan Gedung E atau Gedung KRIS (Kelas Rawat Inap Standar) bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2023. Sementara pembangunan Gedung D atau Poliklinik didanai dari DAK tahun 2019 dan 2024, yang kemudian dilanjutkan melalui dana BLUD RSUD Rantauprapat pada tahun 2024 dan 2025. Adapun pengadaan alat kesehatan Cath Lab juga berasal dari DAK tahun 2023.




