Begitu sadar telah menjadi korban kejahatan, Nek Ratem menjerit dan menangis. Jeritan dan tangisan korban terdengar anak korban Kusmiati (40) yang baru pulang dari wirid kaum ibu.
Setelah menenangkan Nek Ratem, Kusmiati menanyakan sebab ibunya menangis. Korban pun menceritakan peristiwa yang menimpa dirinya.
Kemudian Kusmiati menanyakan siapa yang mengambil cincin korban. Sembari masih terisak-isak, korban memberitahu dua orang perempuan melompat pagar. Korban mengatakan wajahnya di bekap lalu cincinnya ditarik paksa dari jari tangannya.
Mendengar penuturan ibunya, Kusmawati langsung mencari kebelakang rumah dan menayakan kepada saksi Devi Irma Purnama dimana keberadaan APR yang ditugasi menjaga Nek Ratem.
Devi mengatakan sedang keluar. Kemudian Kusmawati bersama Devi mencari APR. Namun tidak ditemukan. Malam harinya APR pulang kerumahnya lalu ditanya Kusmawati bersama Devi.
Dengan terus terang APR mengakui perbuatannya dibantu temannya inisial GMS.
Sedangkan cincin neneknya yang mereka rampas telah dijual.




