“Pada periode survei September pasangan Bambang-Catur unggul jauh dengan selisih/gap elektabilitas sebesar 50,67%. Namun pada survei Oktober, selisih/gap elektabilitas kedua kandidat menipis menjadi 11,5%,” ujar Ratno.
Pada survei bulan November, lanjut dia, selisih elektabilitas pasangan Bambang-Catur dan Hadi-Sugeng menjadi 22%. Sebaran elektabilitas berdasarkan daerah pemilihan DPRD Kab. Grobogan, pasangan Bambang-Catur unggul atas pasangan Hadi-Sugeng di seluruh daerah pemilihan.
Selisih terbesar elektabilitas kedua pasangan berada di Dapil 5 yakni sebesar 31,3% dan di Dapil 4 selisih sebesar 30,3%.
“Jumlah masyarakat yang belum menentukan pilihan tertinggi berada di Dapil 2 yakni sebesar 5,8%,” tambahnya.
Pada survei bulan Oktober dan November, sebanyak 81,5% pemilih di Grobogan pilihannya tidak terpengaruh oleh politik uang adalah temuan menarik dari hasil survei Indopol.
“Ada temuan yang menarik terkait perilaku pemilih di Grobogan dalam hal politik transaksional. Sebesar 81,5% pemilih menyatakan akan tetap memilih pasangan calon pilihannya meskipun tidak diberi uang/barang oleh calon pilihannya. Hanya 10,83% pemilih pragmatis yang tidak akan memilih calon pilihannya jika tidak diberi uang/barang,” ujarnya.




