Rahmat Shah juga mengingatkan, seluruh wasit dan juri di cabang olahraga karate ini bekerjalah dengan sejujur-jujurnya, jangan ada rasa isme kedaerahan pada saat memimpin satu pertandingan.
“Berikanlah penilaian yang sejujur-jujurnya. Berikanlah penilaian yang baik jika karateka itu tampil baik dengan realistis, jangan ada pilih kasih atau apapun namanya itu di pelaksanaan PON ini”, tegasnya.
Rahmat Shah menambahkan untuk target cabor karate di PON 2024 ini, Pengprov FORKI Sumut menargetkan dua medali emas. Namun, pihaknya berupaya membangkitkan semangat para karateka untuk dapat lebih dari dua medali emas.
“Kita hanya menargetkan dua medali emas di PON 2024 ini. Mudah-mudahan, dengan semangat tinggi yang dimiliki 18 karateka Sumut yang tampil bisa melebihi target. Kami sangat mengharapkan dukungan dan doa dari masyarakat dan insan karate yang ada di Sumut, agar anak anak Sumut ini memberikan prestasi terbaik dengan memperoleh medali emas lebih dari dua”, pungkasnya.
FORKI Sumut pada PON 2024 ini menurunkan 18 karateka, yaitu 9 putra dan 9 putri. Ke 9 atlet putra yakni Calvin Audira Harianja, Hanifsyah Siregar, Neo Zanjibar, Rizky Lawyer, Faisal Halomoan Siahaan, Kharen Ardianta Tarigan, Riza Mahendra, M Arif Fadillah dan Daniel Hutapea.




