
“Memang selisih poinnya gak terlalu jauh antara peringkat 1, 2 dan 3. Tapi tadi di awal permainan aku gak tampil begitu bagus. Gak nyampe poin 200. Jadi gak menyangka juga di games terakhir itu aku bisa main sebagus itu untuk mengejar jadi peringkat satu. Alhamdulillah,” ucap Indry.
Indry mengaku sempat gemetaran ketika bermain di games terakhir atau penentu. “Jadi tadi di fame kedelapan dan sembilan itu tangan aku gemetaran. Mungkin karena uda lama juga gak merasakan momen seperti tadi. Kebetulan lawannya main bagus juga. Alhamdulillah aku bisa selesaikan games terakhir dengan hasil maksimal,” ujar Indry yang mendapat peluk hangat rekan setim usai permainan.
Sukses Indry meraih medali emas berkat perjuangannya yang luar biasa, khususnya di babak penyisihan tim-4 yang menjadi penentu perebutan medali all event.
Kans medali emas Indry terbilang tipis hingga pertandingan menyelesaikan games kelima nomor tim-4, di mana peraih medali emas SEA Gemas 2019 Filipina itu masih tertinggal 43 poin dari peboling Jatim, Shinta Cheysaria Yunita.




