Pertanyaan-pertanyaan ini menggelayuti benak para pekerja dan masyarakat sekitar. Teror penembakan ini bukan sekadar insiden kriminal biasa. Dampaknya meluas, menciptakan rasa takut di kalangan pekerja dan mengancam iklim investasi di Sumatera Selatan. William mengungkapkan kekecewaannya, “Beginilah brutalnya kalau berinvestasi di Sumsel, diteror pakai senjata laras panjang. Ini fakta nyata, masih jauh dari rasa aman”.
Sebelum insiden penembakan, sebuah video viral memperlihatkan sejumlah preman menenteng senjata tajam dan mengancam pekerja perkebunan di Desa Sodong. Mereka memaksa pekerja pergi jika tidak ingin menjadi korban. Video ini menjadi bukti nyata betapa seriusnya ancaman premanisme di wilayah tersebut.
Menanggapi kejadian ini, personel gabungan Polres OKI dan Polsek Mesuji segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Kapolres OKI AKBP Hendrawan Susanto, melalui Kabag Ops Kompol Abdul Rahman, menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung. “Sejumlah personel masih di lokasi perkebunan. Kita belum bisa memberikan penjelasan detail karena masih dilakukan pengecekan,” ungkapnya.




