Empat bulan sudah berlalu kejadian tragedi banjir bandang berlalu namun sampai hari ini masih menuai misteri.
Warga yang merugi dampak atas tragedi banjir bandang sampai kini masih diselimuti duka, janji manis yang di gelontarkan Bupati Simalungun terkesan hanya memina bobokkan warga korban banjir.
Disela sela permainan ini warga juga mengalami intervensi yang di kumandangkan oleh Camat Haranggaol Bangun Siregar SP, yang mengatakan kepada warga jangan di kuasakan sama siapapun, kerugian akan di bayar pada pertengahan bulan mei 2024 dengan catatan bahwa warga wajib mengakui tragedi banjir itu adalah faktor alam.
Tak terbayangkan dalam kejadian ini
Betapa pilu nya hati keluarga yang kuburan keluarganya lenyap tak tersisa , tulang belulang yang menjadi wajib dalam adat batak akan di angkat dan di buat dalam tugu sebagai penghargaan penghormatan kepada
keluarga yang telah meninggal. ( mangokkal holi- holi ).
Sungguh merinding ketika terbayang tulang belulang nya menjadi santapan binatang biawak akibat terjangan banjir bandang yang diduga akibat kelalaian Jamson damanik sebagai dalang musibah yang membangun tanggul raksasa bendungan. Sehingga memutus kewajiban Adat , Mangokkal holi holi ( menaikkan tulang belulang ) pun hanya sebatas tinggal kenangan.




