Peristiwa itu sempat diabadikan oleh seorang wartawan harian lokal melalui jepretan kameranya . Hanya sayang hasil jepretan itu sama sekali kosong ketika dicetak” kenang saragih cucu dari opung tamba tua.
Yang pasti, setiap ada pergantian pejabat baru di Simalungun, mulai dari tingkat camat, komandan korem, walikota sampai bupati, si Oppung biasanya jadi sibuk meladeni mereka. Ternyata sebagai tokoh Simalungun yang langka, si Oppung masih suka dimintai ‘restu’ oleh mereka. Tak heran jika rumahnya di dusun Damak pun berpenampilan seperti rumah pejabat ramai dan sesak dikunjungi orang. Maklum, tamunya juga bukan sembarangan tamu.
Ia juga kerap didatangi orang orang menderita sakit. “Semua yang sakit, punya masalah keluarga, masalah kerja juga banyak yang lainnya.
Walaupun opung telah tiada namun saat ini masih banyak yang menceritakan kepiawaan beliau ,Opung tambah tua saragih (pangulu damak) mempunyai 6 orang anak, 1 laki laki dan 5 perempuan dan semuanya sudah berkeluarga.(S.Hadi Purba)




