Ia menyayangkan, sikap apatis pemuda terhadap persoalan politik karena dikhawatirkan berpengaruh terhadap generasi kepemimpinan Belitung ke depannya, baik di tataran eksekutif maupun legislatif.
“Sehingga kami di Poros Muda Sumatera Utara, Labusel berusaha menciptakan dan meningkatkan kapasitas SDM agar pemimpin yang kita pilih ke depan nantinya adalah pemimpin yang teruji,” ujarnya.
Ia berharap, siapapun pemimpin yang terpilih nantinya dapat mengakomodir hak-hak dan merumuskan program yang dapat mendorong kemajuan pemuda.
“Kami tidak ingin pemuda hanya menjadi serdadunya orang tua jadi kami harapkan para elite dapat mempertimbangkan pemuda dan mengembalikan hak pemuda kepada pemuda,” Ucapnya.(R2)




