Diterangkan Dr Sarmedi Purba SPOG Sejumlah narasumber hadir dalam forum yaitu Dosen Program Magister Ilmu Sejarah Universitas Sumatera Utara Dr. Suprayitno, Guru Besar Sejarah UIN Syarif Hidayatullah Prof. Dien Madjid, Dosen Sejarah UIN Syarif Hidayatullah Dr. Johan Wahyudi, dan Pemuka Masyarakat Simalungun Dr.med Sarmedi Purba. Turut hadir pula Sesepuh Masyarakat Simalungun Prof. Bungaran Saragih. Adapun forum dipandu oleh Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo dan Direktur Eksekutif Nation and Character Building Institute (NCBI) Juliaman Saragih.
“Proses pengajuan (Rondahaim Saragih) menjadi pahlawan sudah berjalan. Harapan dan doa saya, keinginan untuk mengubah dari ‘calon pahlawan nasional’ menjadi ‘pahlawan nasional’ terwujud,” ungkap Prof Bungaran.
Dalam kesempatan itu, Dr.med. Sarmedi Purba menjelaskan bahwa Rondahaim merupakan ahli strategi perang. Rondahaim, lanjutnya, berjuang mengangkat senjata untuk mengusir pasukan Belanda yang masuk ke Simalungun pada periode 1885 sampai 1891. “Beliau bisa memobilisasi ribuan rakyat Simalungun… Beliau satu-satunya raja dari Sumatera Utara yang tidak pernah ditangkap Belanda,” katanya.




