Di tambahkan oleh kang Nawawi dirinya pun kadang merasa heran serta ada rasa jenuh juga dengan ulah sang oknum yang membawa sebuah lembaga terhormat untuk memperjuangkan kepentingan dan mengawal semua kebijakan pembangunan yang mereka kotori dengan ulah seperti ini ungkapnya.
Menanggapi permasalahan yang berkembang dalam video yang berdurasi 1,48 detik tersebut, ketua DPW. SWI Sumsel Alex Pandawalima sangat menyayangkan beredarnya video tersebut bahkan membuat semua wartawan terpukul akibat video yang di unggah pada hari ini ,dan jelas ini sangat menyalahi profesi jurnalistik serta melanggar kode etik ujarnya.
” selaku ketua DPW. SWI Sumsel saya sangat menyayangkan beredarnya video tersebut apalagi dengan lantang nya pemilik rumah makan tahu Sumedang yang berlokasi di jalan lintas Palembang – Prabumulih ini tanpa ada rasa sedikitpun memikirkan terlebih dahulu apakah akan membuat ketersinggungan para kawan wartawan dan kawan LSM ketika hal tersebut di sampaikan ke publik ” keluh Alex
Ditambahkan Alex ” semestinya sang pemilik rumah makan harus bersikap bijak sebab kalau memang menganggap kawan-kawan wartawan ini menjadikan usaha mereka merugi akibat adanya ulah tersebut kenapa tidak segera melaporkan ke pimpinan redaksi media mereka masing masing apalagi mereka telah mengisi buku tamu sebagai bukti bahwa mereka juga jelas menuliskan nama lengkap, asal media bahkan tanda tangan dan nomor handphone yang bisa di hubungi, jika sang oknum wartawan atau oknum lsm tersebut membuat pengusaha merugi, tidak usah di umbar ke media massa, itu artinya ibarat kita bersedekah bukan karena lillahitaala akan tetapi ada jiwa ketidak ikhlasan dari apa yang telah di berikan sang pemilik kepada kawan-kawan baik wartawan maupun LSM yang menerima budi kebaikan dari pemilik rumah makan tahu Sumedang ini” ucap nya




