Kepala DP2KB Kabupaten Labuhanbatu Mahrani, SKM. mengatakan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh persoalan pembangunan keluarga yang harus menjadi isu prioritas dalam percepatan penurunan dan pencegahan stunting. Keberhasilan pembangunan kesehatan dapat dilihat dari berbagai indikator yang digunakan untuk memantau derajat kesehatan sekaligus sebagai evaluasi keberhasilan pelaksanaan program. Beberapa indikator untuk menilai derajat kesehatan tersebut yaitu mortalitas, status gizi, dan morbiditas.
Mahrani menambahkan, Bidan berperan untuk mengetahui memahami dan terampil dalam mengatasi permasalahan stunting untuk melahirkan generasi bebas stunting di kemudian hari. Para remaja putri atau calon pengantin harus memiliki gizi baik sehingga pada 1000 hari pertama kehidupan merupakan periode kritis tidak terjadi stunting pada anak baduta.
Kegiatan dilanjutkan dengan Pemberian Hadiah Apresiasi Pencatatan dan Pelaporan Pelayanan KB di Aplikasi Newsiga kepada Puskesmas Sigambal, Puskesmas Kota Rantauprapat, dan Puskesmas Bilah Barat. Dilanjutkan dengan Pemberian KIA, KK, dan Akte oleh Disdukcapil. Pemberian PMT kepada Ibu Hamil dan PIL Tambah darah kepada Remaja Putri oleh Dnas Kesehatan.




