“PSI mencari para bakal calon anggota legislatif yang berani anti korupsi dan anti intoleransi. Dua kriteria ini menjadi poin penting dalam penyeleksian bakal bacaleg PSI, ujarnya.”
Lebih lanjut ia mengatakan, bukan berarti PSI menafikkan nilai-nilai agama dalam parameter seorang bacaleg, apalagi ini provinsi Aceh yang menerapkan sistem hukum syariah. Nah sudah tentu seorang baik dalam beragama pastilah ia punya nilai-nilai yang bisa diterima oleh semua orang.
Jujur menghargai kemanusian, tidak korupsi, harusnya hal seperti itu yang harus diyakini seorang pemimpin. Bahkan dua motto yang dianut oleh PSI anti korupsi dan anti intolerasns sudah mewakili banyak penafsiran yang dilakukan, bahwa PSI anti agama, sebuah kesalahan dan sebuah penafsiran yang kita anggap kurangnya pemahaman dan kurangnya informasi yang didapati, tegas Alky.
Islam mengajarkan untuk tidak mengambil yang bukan haknya, dan Rasulullah juga mengajarkan untuk saling menghormati antar umat beragama, dan anehnya isu agama yang diciftakan untuk terus berkembang lalu kemudian menjadi komoditas politik untuk menjatuhkan PSI,, pesan Alky.




