Dengan segenap kekuatannya seorang lelaki tetap berusaha tersenyum bahagia dihadapan istri dan anak-anaknya, walau pahit, getir dan perih yang dirasakan terkadang hampir tak tertahankan lagi. Disitulah letak mengapa seorang suami-ayah lebih berlama-lama diluar demi sembunyikan apa yang dirasakannya agar tidak menjadi kepedihan bagi istri dan anak-anaknya.
Kepulangan seorang suami-ayah larut malam merupakan satu cara menyembunyikan beban berat yang mungkin tidak bisa tersembunyikan dari raut wajahnya yang terlihat letih, sehingga menunggu istri dan anak-anak tidur adalah waktu yang tepat untuk kembali kerumah.
Pengobat letih, pahit, perih dan beratnya beban yang dipikul adalah tatkala lelaki melihat wajah istri dan anak-anaknya tertidur lelap menikmati malam bagai malaikat kecil yang tersenyum menyirami dan menyejukkan.
Percayalah, sampai kapanpun sorga istri ada ditapak kaki suaminya. Beban seorang suami sudah sangat berat, beban sebagai ayah juga jauh lebih berat. Para istrilah yang sebenarnya sebagai penguat, pendukung dan penghibur untuk suami yang sedang berjuang demi kebahagiaan keluarga yang ia cintai.




