Hal tersebut dibenarkan Sari (27) salah satu warga Tanah Mas menuturkan, efek yang kami rasakan dari aktivitas angkutan tanah ini sendiri adalah ketika cuaca panas kami ikut mengisap debu tebal yang begitu berpengaruh pada kesehatan anak dan ketika cuaca hujan maka jalanan jadi Becek (air berlumpur) akibat dari aktivitas tersebut karena Tanah yang diangkut sering jatuh memenuhi jalan.
“Sampai saat ini tidak ada pemberitahuan dari Pemerintah setempat baik melalui surat edaran ataupun secara lisan, terhadap aktivitas yang menurut kami sangat merugikan karena efeknya ke masyarakat langsung, karena dari aktivitas ini sendiri menyebabkan jalan sekitar sini menjadi rusak dan kami mengisap debu berkepanjangan karena tempat tinggal kami berada dipinggir jalan,” ungkap Sari saat diwawancarai.

Aktivitas ini sangat meresahkan karena mobil pengangkut Tanah sering jalan beriringan (Konvoi) dan saat melihat sering kebut-kebutan tanpa memikirkan keselamatan warga dan sangat menganggu masyarakat yang berdagang di pinggir jalan, aktivitas ini sendiri sempat berhenti sekitar dua minggu namun sekarang kembali lagi.




