“Kita tidak salah, ngapain kita takut. Dan sampai saat ini amanlah itu,” jawabnya, seraya melemparkan senyum.

Travel Salah Spesifikasi
Setelah dilakukan investigasi di wilayah Kabupaten Labuhanbatu, juga ditemukan adanya perusahaan transportasi yang tidak memiliki izin angkutan umum. Namun, travel tersebut hanya mengantongi izin ekspedisi.
“Ya betul, itu ada perusahaan lepasan dari PT. RAPI, pecah kongsi mereka dan pecahannya itu sudah berdiri sendiri, tapi infonya izin trayeknya bukan angkutan umum melainkan jasa ekspedisi, tapi koq bisa beroperasi sampai sekarang?” Sebut Khairul, salah seorang mantan sopir PT. RAPI, Rabu (8/2/2023).
Kata dia, spesifikasi yang tak sesuai aturan itu terjadi akibat ditutupnya trayek PT. RAPI di wilayah Bagan Siapi-Api. Kala itu, bahwa dirinya ikut merintis trayek ke wilayah tersebut.
“Saya ikut merintis trayek kesana (Bagan Siapi-api), tapi karena manajemen gak mau bayar setoran ke dishub dan aparat disana, akhirnya jalur di tutup. Tapi, di Labuhanbatu kok aman- aman saja? Mungkin mereka kasi pelicin sama petugas,” ujarnya menduga.




