Isa Alima yang juga mantan anggota DPRK kabupaten Pidie serta sekretaris Serikat Praktisi Media Indonesia (SPMI) provinsi Aceh juga menambahkan, bila anda menyerang person Fadlullah, oke-oke saja. Tetapi bila anda menyebutkan partai Gerindra, itu sebuah kesalahan besar kedua yang anda lakukan, karena anda sudah menyebutkan secara berjamaah.
Yang tendesius itu siapa ?
Yang sok mok itu siapa ?
Muhammmad MTA seorang juru bicara pemerintah Aceh atau Fadlullah ketua Gerindra Aceh ?
Bijaklah dalam berbicara, anda seorang pejabat, jadi anda itu seorang roll model yang apapun anda katakan dan lakukan menjadi perhatian publik. Kita berharap jajaran DPP, DPD dan DPC Partai Gerindara Se-Indonesia dan secara khusus provinsi Aceh, agar mengambil langkah serius terhadap pernyataan juru bicara pemerintah Aceh tersebut kepada ketua Gerindra Aceh, agar tidak menyakiti perasaan para kader dan meminta untuk mengklarifikasi dan mencabut pernyataan anda yang mungkin sudah terlanjur di sampaikan, dan dibaca juga diketahui publik, tegas Isa Alima.




