Pendapatan petani kencur yang diterima oleh 17 sampel dalam permusim panen sebesar Rp 315.337.205 atau rata – rata Rp 18.521.375/musim panen. Total biaya yang dikeluarkan Rp 235.262.749,68. Selanjutnya dari hasil penelitian kelayakan usaha tani kencur dalam penerapan B/C maka diperoleh hasil 1,3 artinya setiap modal yang dikeluarkan sebesar Rp 1 akan kembali sebesar Rp 1,3.
Dimana usaha ini layak untuk di usahakan sedangkan R/C diperoleh hasil 2,33 Artinya setiap modal yang dikeluarkan sebesar Rp 1 maka akan kembali sebanyak Rp 2,33 dimana usaha tani kencur layak untuk diusahakan. Model regresi linear berganda memenuhi uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas dan uji autokorelasi.

Berdasarkan hasil analisis statistik data produksi usahatani kencur pada uji F dan uji t. Hasil uji F pada Tabel 12 menunjukkan nilai hitung sebesar 493.875 lebih besar dari Ftabel sebesar 2,74 yang berarti luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja berpengaruh secara simultan terhadap jumlah produksi kencur yang dihasilkan oleh petani.




