“Kaget kali tadi saya pas lewat tiba-tiba brruuuh bruuh tanahnya jatuh sampe menjerit saya” ujarnya kepada Awak media
Aminullah yang juga salah seorang warga menyebutkan bahwa sebelumnya jembatan tersebut sudah 2 kali ambruk yaitu pertama pada bulan Februari serta yang kedua sekitar 2 minggu yang lalu (dari saat berita ini diterbitkan), namun hanya dilakukan tanggap darurat.
“Ini sudah ke tiga kali mau tanggap darurat lagi? Tanggap darurat y perlu tapi jangan hanya sebatas tanggap darurat dari bulan februari tanggap darurat terus” ujarnya
“Ini juga belum sampe 2 minggu dari tanggap darurat kemaren udah runtuh lagi dan ini yg paling parah temboknya udah runtuh” lanjutnya
Runtuhnya pondasi jembatan tersebut seperti diberitakan sebelumnya diduga akibat normalisasi yang dilakukan beberapa bulan lalu serta hujan deras serta debit air yang melanda sehingga menyebabkan terjadi abrasi.
“Mungkin akibat pengerokan dulu sebelum kejadian pertama serta hujan deras dan debit air tinggi” ujar Ami
Ia berharap agar permasalah tersebut dapat segera ditangani dengan sebaik mungkin agar hal serupa tidak terus terjadi berulang kali




