Ia menyebut awal – awal pembangunan rumah anak yatim disambut antusias oleh masyarakat. Baik sumbangan dari masyarakat dalam Kec. Sawang maupun dari luar Kec. Sawang.
“Ada yang menyumbang bahan – bahan bangunan seperti semen, paku, kayu, seng dan bahan bangunan lainnya,” ujarnya.
Untuk saat ini, sambungnya, anak yatim masih menempati rumah lama, belum dipindahkan ke rumah baru karena masih tahap perampungan.
“Sebelumnya pemuda merasa trenyuh dan prihatin melihat kondisi rumah yang ditempati anak yatim. Hingga tergerak hati pemuda untuk membangun rumah layak huni dengan hasil sumbangan masyarakat dan para donatur,” tuturnya.
Sementara itu, Keuchik Gampong Panton Luas, Syamsuir mengharapkan kepada instansi pemerintah maupun para donatur agar membantu kelanjutan pembangunan rumah anak yatim yang telah dirintis oleh masyarakat bersama pemuda.
“Proses pembangunannya berhubung kami tidak ada dana, kami sangat mengharapkan bantuan dari instansi pemerintah maupun para donatur untuk membantu, karena yang dikerjakan ini merupakan swadaya masyarakat beserta pemuda,” tutupnya. (AE).




