“Mana lambang presisi Polri, apakah hukum penjara hanya berlaku untuk kaum kecil, sedangkan untuk kaum parlente apakah itu tidak berlaku,” ujarnya.
Untuk itulah, Aliansi Madura Indonesia akan segera menggelar aksi besar-besaran yang akan digelar nanti pada Kamis 13 Oktober di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak dan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak.
Mengingat bahwasanya surat pemberitahuan sudah diterima oleh pihak Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak dan Kejari Tanjung Perak, serta sudah ditandatangani oleh SIUM.
Kami juga tidak akan pernah takut untuk menyuarakan kebenaran dan keadilan walaupun nyawa taruhannya, Biar langit runtuh kebenaran dan keadilan harus tetap ditegakkan, pungkasnya.(M.Tahan).




