Ditambahkannya, menyantuni anak yatim merupakan bukti bahwa kita sebagai seorang Muslim yang memiliki nilai- nilai solidaritas serta kepedulian terhadap sesama.
“Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani di jelaskan, bila kita ingin hati menjadi lembut dan damai, serta keinginan tercapai maka sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berikan dia makanan selayaknya yang kamu makan, bila itu kamu lakukan niscaya hatimu akan tenang serta keinginanmu yang baik akan tercapai,” ujar H. Mirwan.

Informasi yang dirangkum media ini, adapun santunan untuk anak yatim/piatu se-Labuhanhaji Raya, berjumlah lebih kurang 771 orang. Kegiatan itu pula diwarnai dengan pembacaan tausyiah.
Al Ustadz, Khairil Anam, dalam tausyiahnya mengatakan, hakikat yatim itu bukanlah karen meninggal orang tuanya, tapi adalah yatim akan ilmu dan adab.
“Inilah yang sedang dilakukan Bapak haji Mirwan saat ini, hakikat santunan yang beliau lakukan hari ini adalah beliau ingin merasakan kehidupan yang baik kepada anak- anak kita, dan kasih sayang serta belaian dari kita semua,” sebutnya.




