Diketahui bahwa masa kepemimpinan Usman Abdullah dan Marzuki (UMARA) selama dua dekade Kota Langsa telah memasuki usia Ekologis yang mempuni dibandingkan dengan masa – masa sebelumnya, dengan hanya tempo waktu yang singkat untuk suwatu kota yang berkembang, mampu merubah wajah langsa menjadi kota yang bersih rapi dan asri
Namun dibalik itu tetap menyisahkan beberapa persoalan dan agenda yang belum sempat terlaksana disebabkan dampak masa Pandemic Corona Virus-19 dan pasca Pandemic, tuturnya.
Diantara persoalan tersebut adalah keberadaan gedung – gedung lembaga pendidikan non formal dan formal yang masih belum dapat beroperasi seperti masa normal walaupun kegiatan pendidikan Keagamaan di Meunasah dan balai masih semarak.
Sorotan lainnya adalah fenomena syari’at Islam di Kota Langsa, kegiatan Dinas Syari’at Islam (DSI) yang bersifat kolosan sudah mulai mengendur dan kurang gairah, sehingga virus – virus citayam memasuki relung – relung kosong imajinasi remaja kota langsa, ketusnya.
Mahmazar menambahkan bahwa pemanfaatan Asset yang merupakan modal ekologi, sosial dan budaya nyaris tidak tersentuh, padahal Kota Langsa merupakan kota jasa dan juga kota pendidikan, dan kumpulan masyarakat yang hetrogen.




