” Karena itu kita minta Bank Aceh bisa meningkatkan layanan dan gedung kantor yang lebih reprentatif dari yang ada sekarang ini, ” terang Mursil.
Sebagaimana diketahui, Pemkab Aceh Tamiang pada tahun lalu menerima deviden sebesar Rp 5,6 M.
“Termasuk juga peroleh dana CSR dari Bank Aceh senilai Rp 3 miiliar yang diperuntukkan untuk pembangunan rumah layak huni dan pemasangan lampu penerangan jalan di kawasan Karang Baru dan Kota Kualasimpang,” ujar Mursil.
Lanjutnya, dalam rapat bersama Pertamina pusat dan dalam bulan September 2022 akan ada kontrak migas yaitu lapangan sumur pengeboran akan diberikan pengelolaannya melalui BUMD Kualasimpang Pretolium.
“Selain itu juga melalui BDPKS sudah kita mengusulkan pembangunan pabrik kelapa sawit yang nantinya dikelola oleh salah satu Koperasi di Aceh Tamiang,” tambah Mursil.
Sebelumnya, Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman mengatakan, kehadiran Capem Tualang Cut ini tentunya akan meningkatkan akselerasi kinerja keuangan yang positif bagi Bank Aceh Cabang Kuala Simpang sebagai cabang yang telah sejak lama berdiri, Bank Aceh Cabang Kuala Simpang terus menunjukkan kinerja yang positif.




