Terkait permasalahan gizi, Bupati Mursil menyampaikan, angka prevalensi balita stunting di Kabupaten Aceh Tamiang berada pada angka 30,8 persen. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan angka stunting Aceh di kisaran 33,2 persen. Hal ini berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lomba ini, sebut Mursil, menjadi sangat penting untuk dilaksanakan sebagai wujud sosialisasi, promosi, serta aktualisasi pangan lokal. Resep menu yang ditampilkan bisa disebarluaskan melalui program PKK, maupun lewat media sosial. Agar menu yang tercipta tidak hanya berada di atas meja saja, namun bisa disajikan sebagai pengganti beras.
(Wartawan Wiwin Hendra)




