Peringatan 1 Muharram di komplek Monisa ini telah menjadi agenda rutin, yang setiap tahunnya diperingati dengan doa bersama, tausiah dan menyantuni para yatim.
Monumen Islam Asia tenggara (Monisa) diresmikan oleh Ali Hasjmy di Gampong Paya Meuligoe, kemudian komplek Makam Sultan terletak di Desa Bandrong, Kemukiman Bandar Khalifah, Kecamatan Peureulak.
Dikomplek ini juga terdapat sejumlah makam lain yang berkaitan dengan kerajaan Islam Peureulak dan situs telaga yang merupakan bekas runtuhnya bangunan kerajaan itu.
Belakangan, banyak warga yang merasa sangat prihatin dengan kondisi Monisa ini. “Sebagai situs sejarah Islam di Asia tenggara yang menjadi kebanggaan umat Islam, tak seharusnya kondisi komplek ini hanya sebatas bangunan tua, ini harus menjadi perhatian serius pemerintah Aceh, agar Monisa ini lebih terawat dan bisa dilanjutkan pembangunannya, untuk itu kita minta komplek Monisa ini agar dipugar kembali sebagai situs sejarah kelas dunia,” harap Mahyuddin Kubar yang juga warga Peureulak (Wartawan Wiwin Hendra)




